HOME
PROFILE
EVENT
ARTICLE
PARTNERS
GALLERY
CARRIER
EMAIL

Informasi PPDB


DAFTAR UNIT :



IP Address : 54.92.173.9
Pengunjung : 373.861






Komentar Terbaru :




Newsflash :
SELAMAT KPD SD TARAKANITA 5 JKT YG TELAH MERAIH PRESTASI JUARA FAVORITE GREENMECH, JUARA 2 GREENMECH, JUARA 2 ROBOT FOR MISSION DLM KOMPETISI NASIONAL 2018 GREENMECH & RTM(ROBOT FOR MISSION)YG DISELENGGARAKAN OLEH RUMAH EDUKASI DI UNIV.TARUMANEGARA PD 19/5/18             |             Proficiat kpd Wilhelmine Maria Loe dan Anna Maria Agra Nathanniela(SMA Stella Duce 1, Yogyakarta)yg memperoleh nilai tertinggi dan peringkat 3 UNBK SMA 2018 Jurusan Bahasa dan Budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta             |             PROFICIAT KPD LIDIA SANTOSO ( SMA STELLA DUCE 1, YOGYAKARTA ) YG MEMPEROLEH NILAI TERTINGGI UNBK SMA 2018 DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA             |             SISWA - SISWI SD, SELAMAT MENEMPUH UJIAN NASIONAL 2018             |             SISWA - SISWI SMP, SELAMAT MENEMPUH UNBK 2018             |             UNTUK PUTRA - PUTRI SMA, SELAMAT MENEMPUH UJIAN NASIONAL 2018             |             SISWA - SISWI SMK TARAKANITA JAKARTA & SMK PIUS X MAGELANG, SELAMAT MENEMPUH UNBK 2018             |             PROFICIAT KPD TK TARAKANITA SOLO BARU, MENJADI JUARA I LOMBA KOOR TINGKAT KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2018             |             PROFICIAT KEPADA VENERINI RANUM CLASSY DEWI (SISWI SMA STELLA DUCE 2 YOGYAKARTA, PESERTA BEASISWA TARAKANITA-HARIMA, JAPAN) SEBAGAI JUARA PERTAMA (GOLD AWARD) SEKALIGUS JUARA FAVORIT (AUDIENCE AWARD) DALAM SPEECH CONTEST BAHASA JEPANG DI HIMEJI CITY, HYOGO, JEPANG             |             SELAMAT KEPADA SD TARAKANITA 3 ATAS PENGHARGAAN SEBAGAI SEKOLAH PEDULI KEBERSIHAN PROVINSI DKI JAKARTA 2017

Berita Kegiatan :



Ciptakan Sarung Tangan Penerjemah Isyarat

Selasa; 24 October 2017 [Admin-kanwil jogja, TARAKANITA YOGYAKARTA] - Berita Umum

Berawal dari pengalaman pribadi mereka melihat adanya miskomunikasi antara seorang tunawicara dengan petugas di halte Transjogja, membuat hati mereka tergugah dan menciptakan sebuah alat sarung tangan untuk menerjemahkan bahasa isyarat bagi penyandang tunawicara.

Sebuah alat yang mereka presentasikan dalam Lomba Penelitian Siswa Nasional SMP 2017 dengan judul penelitian “Sarung tangan Penerjemah Bahasa Isyarat Tunawicara Berbasis Arduino”. Tim yang terdiri dari Reynard Ardian Simanjuntak, Christopher Marcellino, dan Gerardus Fandy Gunawarman Putra mewakili Provinsi D.I.Yogyakarta dan mengikuti bidang lomba ilmu pengetahuan teknik dan rekayasa.

“Awalnya karena pengalaman pribadi kami, melihat seorang tunawicara kebingungan di halte transjogja. Petugas halte pun juga tidak bisa memahami dengan baik apa yang disampaikan oleh seorang tunawicara  tersebut ketika menanyakan sesuatu. Di situlah hati kami tergugah dan mulai menciptakan alat ini,” ujar Reynald, siswa dari SMP Stella Duce 1 Yogyakarta.

Diperlukan riset yang cukup lama untuk menjdikan sarung tangan ini berfungsi dengan baik. Mereka mencoba dan terus mencoba dalam kurun waktu enam bulan  terhitung sejak Maret 2017.

“Kami melakukan riset dan pendalaman dalam perakitan dalam kurun waktu enam bulan di awal bulan Maret 2017. Memang masih perlu penyempurnaan lagi dengan menambahkan fitur-fitur bahasa isyarat berupa idiom. karena yang berlaku masih dalam bentuk alphabet dan ofisial bahasa isyaratnya menggunakan bahasa isyarat Amerika,’ sahut Christoper yang ditemui di sela-sela pameran kreativitas dan inovasi LPSN SMP 2017.

Dengan menampilkan penelitian mereka di LPSN SMP ini, mereka semakin bersemangat untuk menjadikan sarung tangan ini lebih sempurna lagi ditambah dengan respon positif yang juri berikan ketika mereka memaparkan sarung tangan ini menambah motivasi mereka untuk terus menumbuhkan rasa kreativitas dan inovasi dalam ilmu pengetahuan.

“Dengan respon juri yang mendukung kami, kami cukup senang terlebih lagi juri sangat bangga kepada kami karena masih dalam tingkat SMP sudah bisa merakit alat ini. Walaupun di saat presentasi para juri sempat bertanya untuk memastikan latar belakang kami menguasai atau tidak, memastikan kalau alat ini buatan kami sendiri bukan dibuatkan,”tutup Fandy yang bercita-cita menjadi seorang dokter dan peneliti ini.

Besar harapan mereka bahwa sarung tangan yang mereka rakiut mampu berguna untuk para penyandang tunawicara dan dapat diproduksi masal dan dipasarkan ke seluruh Indonesia

http://epaper.krjogja.com/?edisi=2017-10-23&fid=47033







Komentar - komentar untuk berita ini :
Belum ada komentar pada berita ini..


Silahkan isi komentar pada form di bawah ini.
Nama :
Alamat Email :
Komentar :

Tuliskan Kode berikut :



Berita Lainnya :