HOME
PROFILE
EVENT
ARTICLE
PARTNERS
GALLERY
CARRIER
EMAIL

Informasi PPDB


DAFTAR UNIT :



IP Address : 54.196.127.107
Pengunjung : 322.267






Komentar Terbaru :




Newsflash :
SELAMAT DATANG PARA PESERTA OLIMPIADE SAINS TARAKANITA NASIONAL YG DISELENGGARAKAN DI SMA TARAKANITA 1 PULO RAYA, JAKARTA 8 - 10 NOVEMBER 2017             |             PROFICIAT KPD WILLIAM SETIAJI (SISWA SMP ST.CAROLUS SURABAYA) YG BERHASIL MEMPERTAHANKAN GELAR JUARA 1 OLIMPIADE FISIKA TINGKAT NASIONAL YG DISELENGGARAKAN OLEH UNIVERSITAS NEGERI MALANG             |             PROFICIAT KPD KEVIN NARENDRA DHIRESWARA (SISWA SMP STELLA DUCE 2) YG MEMPEROLEH JUARA 1 FLSSN CABANG GITAR SOLO TINGKAT NASIONAL             |             PUTRA-PUTRI PESERTA DIDIK JENJANG SMP : SELAMAT MENEMPUH UNBK 2017, SEMOGA SUKSES             |             PUTRA-PUTRI PESERTA DIDIK JENJANG SMA : SELAMAT MENEMPUH UNBK 2017, SEMOGA SUKSES             |             PROFICIAT KEPADA VENERINI RANUM CLASSY DEWI (SMA STELLA DUCE 2) & LIDWINA AYKE WINAHYU (SMA STELLA DUCE 1) YG MENDAPAT KESEMPATAN MENEMPUH PENDIDIKAN SELAMA 1 TAHUN DI HYOGO KEN HARIMA, JEPANG             |             PROFICIAT UTK KORPS PUTRI TARAKANITA YG MENJADI JUARA FAVORIT DAN JUARA III FRONT ENSEMBLE DLM GRAND PRIX MARCHING BAND (GPMB) 2016             |             SMA TARAKANITA GADING SERPONG TGR MERAIH JUARA 1 OLIMPIADE SOSIOLOGI TINGKAT NASIONAL YG DISELENGGARAKAN OLEH UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA             |             PROFICIAT UTK REYNARD ARDIAN SIMANJUNTAK (SMP STELLA DUCE 1,YK) YG MERAIH JUARA 1 TINGKAT NASIONAL DLM LOMBA INDONESIA ROBOTIK OLIMPIADE DI SURABAYA             |             PROFICIAT UTK SMP ST.CAROLUS SBY ATAS PRESTASI WILLIAM SETIADJI YG MERAIH 'JUARA II' & RAYMOND VALENTINO YG MERAIH 'JUARA I DAN BEST EXPERIMENT' DLM INDONESIA SCIENCE AND MATHEMATICS OLYMPIAD CHALLENGE 2016 TINGKAT NASIONAL

Artikel :



Anak Malas Belajar, Bagaimana mengatasinya?


Selasa; 28 February 2017 [Admin-kanwil jogja, TARAKANITA YOGYAKARTA] - Artikel Umum

Saat ini, bisa dibilang cukup banyak anak usia sekolah jika disuruh belajar akan bermalas-malasan dan bahkan hasil belajar pun tidak memuaskan. Tentunya hal ini membuat orangtua mengeluh dan kecewa dengan nilai anaknya yang kurang memuaskan (jeblok) karena anaknya malas belajar. dan sebaliknya seringkali juga kita menemukan anak yang marah atau menangis kalau disuruh belajar. Ada orang tua yang memarahi anaknya, mengancam si anak untuk tidak akan membelikan ini dan itu kalau si anak tidak belajar, membanding-bandingkan anaknya dengan anak lain, atau bahkan ada orang tua yang mengunakan kekerasan fisik. Tentunya semua ini akan sangat berpengaruh pada fisik maupun psikis anak.


Bagaimanakah cara untuk mengatasi anak yang malas belajar?

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, ada baiknya kalau terlebih dahulu kita mencari penyebab perilaku malas belajar, kemudian baru mencari solusi guna mengatasinya.

Malas belajar pada anak secara psikologis merupakan wujud dari melemahnya kondisi intelektual, fisik, dan psikis anak. Malas belajar timbul dari beberapa faktor, untuk lebih mudahnya terbagi menjadi dua faktor besar, yaitu: Faktor Intrinsik ( dari dalam diri anak) dan Faktor Ekstrinsik (faktor dari luar anak).

1. Dari Dalam Diri Anak (Intrinsik)

“Rasa malas” untuk belajar yang timbul dari dalam diri anak dapat disebabkan karena kurang atau tidak adanya motivasi diri.Motivasi ini kemungkinan belum tumbuh dikarenakan anak belum mengetahui manfaat dari belajar atau belum ada sesuatu yang ingin dicapainya.Selain itu kelelahan dalam beraktivitas dapat berakibat menurunnya kekuatan fisik dan melemahnya kondisi psikis.Sebagai contoh, terlalu lama bermain, terlalu banyak mengikuti les ini dan les itu, terlalu banyak mengikuti ekstrakurikuler ini dan itu, atau membantu pekerjaan orangtua di rumah, merupakan faktor penyebab menurunnya kekuatan fisik pada anak. Contoh lainnya, terlalu lama menangis, marah-marah (ngambek) juga akan berpengaruh pada kondisi psikologis anak.

2. Dari Luar Anak (Ekstrinsik)

Faktor dari luar anak yang tidak kalah besar pengaruhnya terhadap kondisi anak untuk menjadi malas belajar. Hal ini terjadi karena:

a. Sikap Orang Tua

Orang tua sebagai contoh figur bagi anak sangat berpengaruh pada kehidupan anak.Jika orang tua yang tidak memberikan perhatian dalam belajar atau sebaliknya terlalu berlebihan perhatiannya, bisa menyebabkan anak malas belajar. Tidak sedikit orang tua yang menuntut anak untuk belajar hanya demi angka (nilai) dan bukan mengajarkan kepada anak akan kesadaran dan tanggung jawab anak untuk belajar selaku pelajar. Akibat dari tuntutan tersebut, tidak sedikit anak yang stress dan sering marah-marah (ngambek) sehingga nilai yang ia peroleh kurang memuaskan. Sayangnya, tidak jarang orang tua marah-marah dan mencela anaknya ketika anak mendapat nilai yang kurang memuaskan. Menurut para pakar psikologi, sebenarnya anak usia Sekolah Dasar jangan terlalu diorientasikan pada nilai (hasil belajar), tetapi bagaimana membiasakan diri untuk belajar, berlatih tanggung jawab, dan berlatih dalam suatu aturan.

b. Sikap Guru

Guru selaku tokoh teladan atau figur yang sering berinteraksi dengan anak dan dibanggakan oleh mereka, tapi tidak jarang para siswa mengeluh akan sikap guru di sekolah. Ada banyak macam penyebabnya, mulai dari ketidaksiapan guru dalam mengajar, tidak menguasai bidang pelajaran yang akan diajarkan, atau karena terlalu banyak memberikan tugas-tugas dan pekerjaan rumah. Selain itu, sikap sering terlambat masuk kelas di saat mengajar, bercanda dengan siswa-siswa tertentu saja atau membawa masalah rumah tangga ke sekolah, membuat suasana belajar semakin tidak nyaman, tegang dan menakutkan bagi siswa tertentu.

c. Sikap Teman

Ketika seorang anak berinteraksi dengan teman-temannya di sekolah, tentunya secara langsung anak bisa memperhatikan satu sama lainnya, sikap, perlengkapan sekolah, pakaian dan asesoris-asesoris lainnya. Seorang teman yang berlebihan dalam perlengkapan busana sekolah atau perlengkapan belajar, seperti sepatu yang bermerk, yang tidak terjangkau oleh teman-teman lainnya, secara tidak langsung dapat membuat iri teman-teman yang kurang mampu.Pada akhirnya ada anak yang menuntut kepada orang tuanya untuk minta dibelikan perlengkapan sekolah yang serupa dengan temannya. Jika tidak dituruti maka dengan cara malas belajarlah sebagai salah satu upaya untuk dikabulkan permohonannya.

d. Suasana Belajar di Rumah

Rumah mewah dan megah tidak menjamin anak menjadi rajin belajar, bahkan rumah yang sangat sederhana menjadi faktor mutlak anak malas belajar.Rumah yang tidak dapat menciptakan suasana belajar yang baik adalah rumah yang selalu penuh dengan kegaduhan, keadaan rumah yang berantakan ataupun kondisi udara yang pengap.Selain itu tersedianya fasilitas-fasilitas permainan yang berlebihan di rumah juga dapat mengganggu minat belajar anak.Mulai dari CD, VCD, atau komputer yang diprogram untuk sebuah permainan (games), Game Boy, NDS, maupun Play Stations.Kondisi seperti ini berpotensi besar untuk tidak terciptanya suasana belajar yang baik.

e. Sarana Belajar

Sarana belajar merupakan media mutlak yang dapat mendukung minat belajar, kekurangan ataupun ketiadaan sarana untuk belajar secara langsung telah menciptakan kondisi anak untuk malas belajar.Kendala belajar biasanya muncul karena tidak tersedianya ruang belajar khusus, meja belajar, buku-buku penunjang (pustaka mini), dan penerangan yang bagus. Selain itu, tidak tersediannya buku-buku pelajaran, buku tulis, dan alat-alat tulis lainnya, merupakan bagian lain yang cenderung menjadi hambatan otomatis anak akan kehilangan minat belajar yang optimal.

langkah untuk mengatasi malas belajar pada anak dan membantu orangtua dalam membimbing dan mendampingi anak yang bermasalah dalam belajar antara lain:

1. Mencari Informasi

Orangtua sebaiknya bertanya langsung kepada anak guna memperoleh informasi yang tepat mengenai dirinya.Carilah situasi dan kondisi yang tepat untuk dapat berkomunikasi secara terbuka dengannya. Setelah itu ajaklah anak untuk mengungkapkan penyebab ia malas belajar. Pergunakan setiap suasana yang santai dan tidak formal untuk membuat anak bisa membuka permasalahan dirinya.

2. Membuat Kesepakatan bersama antara orang tua dan anak

Kesepakatan dibuat untuk menciptakan keadaan dan tanggung jawab serta memotivasi anak dalam belajar bukan memaksakan kehendak orang tua. Kesepakatan dibuat mulai dari bangun tidur hingga waktu hendak tidur, baik dalam hal rutinitas jam belajar, lama waktu belajar, jam belajar bilamana ada PR atau tidak, jam belajar di waktu libur sekolah, bagaimana bila hasil belajar baik atau buruk, hadiah atau sanksi apa yang harus diterima dan sebagainya. Kalaupun ada sanksi yang harus dibuat atau disepakati, biarlah anak yang menentukannya sebagai bukti tanggungjawabnya terhadap sesuatu yang akan disepakati bersama.

3. Menciptakan Disiplin

Bukanlah suatu hal yang mudah untuk menciptakan kedisiplinan kepada anak jika tidak dimulai dari orang tua. Orang tua yang sudah terbiasa menampilkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari akan dengan mudah diikuti oleh anaknya. Orang tua dapat menciptakan disiplin dalam belajar yang dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan.Latihan kedisiplinan bisa dimulai dari menyiapkan peralatan belajar, buku-buku pelajaran, mengingatkan tugas-tugas sekolah, menanyakan bahan pelajaran yang telah dipelajari, ataupun menanyakan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam suatu pelajaran tertentu, terlepas dari ada atau tidaknya tugas sekolah.

4. Menegakkan Kedisiplinan

Menegakkan kedisiplinan harus dilakukan bilamana anak mulai meninggalkan kesepakatan-kesepakatan yang telah disepakati.Bilamana anak melakukan pelanggaran sedapat mungkin hindari sanksi yang bersifat fisik.Gunakan konsekuensi-konsekuensi logis yang dapat diterima oleh akal pikiran anak. Selain itu, orang tua dapat melakukan aktivitas bersama di dalam satu ruangan saat anak belajar, misalnya sambil membaca koran, majalah, atau aktivitas lain yang tidak mengganggu anak dalam ruang tersebut. Dengan demikian disiplin pada anak dapat ditegakkan tanpa harus dengan suruhan atau bentakan.

5. Ketegasan Sikap

Ketegasan sikap dilakukan dengan cara orang tua tidak lagi memberikan toleransi kepada anak atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukannya secara berulang-ulang. Ketegasan sikap ini dikenakan saat anak mulai benar-benar menolak dan membantah dengan alasan yang dibuat-buat.Bahkan dengan sengaja anak berlaku ’tidak jujur’ melakukan aktivitas-aktivitas lain secara sengaja sampai melewati jam belajar.Ketegasan sikap yang diperlukan adalah dengan memberikan sanksi yang telah disepakati dan siap menerima konsekuensi atas pelanggaran yang dilakukannya.

6. Berikan Waktu Istirahat yang Cukup

Ketika tubuh anak sudah lelah, sebaiknya jangan paksakan ia untuk terus dihadapkan pada buku-buku tugas dan melanjutkan belajarnya. Biarkan anak beristirahat dengan cukup, karena bila dipaksakan pun belajarnya akan menjadi kurang optimal. Misal, ketika anak baru pulang sekolah, biasakan mereka untuk mendapatkan waktu tidur siang yang cukup. Hal ini akan membuat otak dan fisik mereka beristirahat dan kembali mendapatkan energi, sehingga saat mereka bangun nanti, anak-anak akan menjadi lebih segar untuk diajak berpikir. Selain itu, atur juga waktu tidur mereka dimalam hari, agar jangan tidur terlalu larut. Pola tidur anak yang tidak teratur atau tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup dimalam hari, akan berpengaruh pada daya konsentrasinya dipagi hari.

7. Bantu Anak Temukan Cita-Citanya

Bantu anak Anda menemukan cita-citanya. Tanyakan apa cita-cita anak, akan menjadi apa dan pekerjaan apa yang akan mereka lakukan dimasa depan. Saat anak sudah tahu apa cita-citanya maka Anda bisa mengarahkan anak untuk belajar. Bahwa belajar adalah satu cara untuk mencapai impian anak. Satu hal tentang cita-cita.Anda juga jangan memaksakan cita-cita Anda orangtua, untuk diikuti dan dilakukan oleh anak. Karena sama saja nantinya, mereka tidak akan memiliki semangat untuk mencapainya. Cita-cita yang berasal dari anak jauh lebih kuat daripada cita-cita yang Anda tanamkan dan paksakan.Ini sangat bergantung dengan minat dan kesukaan anak sendiri.

8. Menciptakan Suasana Belajar

Menciptakan suasana belajar yang baik dan nyaman merupakan tanggung jawab orangtua. Setidaknya orang tua memenuhi kebutuhan sarana belajar, memberikan perhatian dengan cara mengarahkan dan mendampingi anak saat belajar. Sebagai selingan orangtua dapat pula memberikan permainan-permainan yang mendidik agar suasana belajar tidak tegang dan tetap menarik perhatian.

Ternyata malas belajar yang dialami oleh anak banyak disebabkan oleh berbagai faktor.Oleh karena itu sebelum anak terlanjur mendapat nilai yang tidak memuaskan dan membuat malu orangtua, hendaknya orang tua segera menyelidiki dan memperhatikan minat belajar anak. Selain itu, menumbuhkan inisiatif belajar mandiri pada anak, menanamkan kesadaran serta tanggung jawab selaku pelajar pada anak merupakan hal lain yang bermanfaat jangka panjang. Jika enam langkah ini dapat diterapkan pada anak, maka sudah seharusnya tidak adalagi keluhan dari orang tua tentang anaknya yang malas belajar atau anak yang ngambek karena selalu dimarahi orang tuanya.

Dikutip dari:

http://lifereactor.com/tips-mengatasi-anak-yang-malas-belajar/

http://bacakilat.com/solusi-terbaik-orangtua-mengatasi-kebiasaan-malas-belajar-pada-anak/

http://bidanku.com/tips-pintar-membantu-meningkatkan-konsentrasi-anak-saat-belajar







Komentar - komentar untuk artikel ini :
Belum ada komentar pada artikel ini..


Silahkan isi komentar pada form di bawah ini.
Nama :
Alamat Email :
Komentar :

Tuliskan Kode berikut :



Artikel Lainnya :